13 December, 2010

MENCUCI MASSAL OTAK MANUSIA

Kau tahu kawan? Apa cuci otak itu?
Tak masalah, dengan pengertiannya. Tapi rasanya kita sering mendengar dengan kata ini. Mereka yang menjadi korban cuci otak ini, adalah orang-orang yang sudah tak mengenal jati dirinya yang dulu lagi., bahkan terkesan telah terdoktrin dengan sebuah pemahaman-pemahaman. Meraka mengikuti segala kehendak dan tujuan dari sang pencuci otak.
Tapi kau tak sadar kawan?
Yaa., benar tanpa sadar. Kita terlalu larut dalam mencap orang yang terkena cuci otak. Faktanya, banyak orang yang memang memperjuangkan KHILAFAH disebut sebagai orang yang telah terdoktrin dengan radikalisme islam. merakalah pemberontak, dan merakalah para teroris. Hal ini yang mereka cuci pada otak kita semua, bahwa islam adalah teroris, bahwa mereka yang memperjuangkan tegaknya islam adalah para teroris, sehingga banyak orang yang hanya mencari aman saja. Dan diam tanpa kata di dalam kamarnya sendiri. Pertanyaannya bagaimana kabar gembira dari Alloh yakni munculnya kembali KHILAFAH ala min hajji an-nubuwwah akan bisa kita sambut, jika hanya berdiri dari atas podium.

Hal ini adalah penjajahan., atau dalam bahasa celoteh sekarang adalah pencucian massalah otak manusia., sadar atau tidak sadar kita telah dijajah dalam empat hal:,
Pertama, INFORMASI, bagaimana dari awal bangun tidur kita disajikan dengan sarapan gosip, berita-berita kriminal, pembunuhan lah, pemerkosaan lah, mutilasi, narkoba dan masih banyak lagi berita-berita yang memang tidak mendidik kita, kemudian agak siang kita disuguhkan dengan hidangan nyanyi-nyanyi, hiburan-hiburan semata, yang jelas bisa mengeraskan hati kita, kemudian makan siang dengan cerita-cerita cinta, cerita-cerita fiktif yang menggoda kita untuk mencari seorang pasangan, yang seakan-akan ia berkata “ini, loh! Pemuda tuh” atau “Yaa.. seperti inilah pemuda!” dan makna-makna lainnya. Kemudian kita makan malam dengan film-film yang masih tak berbeda dengan makanan sore, atau gosip-gosip seperti sarapan, atau berita-berita yang menyimpulkan Indonesia ini memiliki banyak jenis-jenis criminal loh.. dari mulai korupsi, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, video porno, tawuran, dan banyak hal lainnya.., atau jika masih kurang hiburannya, disajikan terus hiburan-hiburan duniawi semata.., tanpa ada proses pembangunan. Kita bagaikan di nina bobokan dalam tidur ini.
Kedua, IDEOLOGI, yaa.., kata yang menyeramkan jika berani-berani menentang penguasa. Tapi tidak kah kita rasakan bahwa pemahaman-pemahaman ataupun nilai-nilai sosial banyak kita impor dari luar negeri, yang sudah jelas-jelas berbeda dengan kita, yakni dengan nilai-nilai seorang muslim yang merupakan konsekuensi aqidah kita. Seperti halnya keruntuhan KHILAFAH TURKI UTSMANI, dimana saat itu terjadi gozhwatul fikr antara islam dan barat, dan solusi yang diambil adalah jalan tengah yakni menyatukannya atau bahasa lugasnya mencampuradukannya. Islam dan barat disatutan sehingga lahir paham-paham sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme. Hal ini telah jelas sekali bertentangan dengan makna islam yang sesungguhnya. MUI pun telah menfatwatakan ketiga penyakit itu atau disingkat SIPILIS (sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme) adalah haram, namun yang melanggarnya adalah pemimpin-pemimpinnya dengan tetap menganggap penyakit itu adalah solusi konkritnya. Lalu buat apa ada MUI kalo hanya untuk membuktikan bahwa ada loh demokrasi islami. Jawaban saya adalah NO!, karena sudah jelas, dan sangat-sangat jelas bahwa dalam islam, antara yang haq dan yang bathil itu tidak bisa dicampuradukan. Pilihannya ada dua hitam atau putih. Tak ada disana, kelompok abu-abu. Yang menurutnya adalah solusi final. Saya katakan., Ooo… Ooo., maka mengapa mereka mengatakan saya berideologi campuran, islam dan barat (atau demokrasi). Yaa., itu semua tanpa sadar kita telah di doktrin seperti itu, dari SD hingga tataran Universitas didiktekan bahwa inilah solusi final dari Negara kita. menyempitkan makna islam sesungguhnya. 
Ketiga, EKONOMI., teringat dosen manajemen agribisnis mengatakan “mau tidak mau, sadar atau tidak sadar kita ini, Negara ini menganut sistem kapitalis” . yaa. , inilah negeri kapitalis, surga bagi para pemilik modal, cocok jika syair Rhoma Irama diterapkan disini “Yang kaya-makin kaya., yang miskin makin miskin” inilah INDONESIA. Banyak fakta-fakta mengenai penjajahan ekonomi kita. Kita didikte untuk mengikuti permainan mereka., dengan memberikan hutang kepada kita., dengan memberikan teori-teori ekonomi capital, bahkan menurut Rony Kastaman, dosen ekonomi teknik di FTIP bahwa ekonomi kita saat ini adalah ekonomi hewan. Siapa yang kuat mereka lah yang menang, dan siapa yang lemah maka mereka lah yang kalah. Sungguh tragis. Contohnya., banyak sekali bung! Freeport, dll
Keempat., SOSIAL dan BUDAYA., coba berikan waktu pada logika., buka mata, buka hati. Lihatlah sekitar kita. Keluarkan kata WOW kalau kita sudah menemukannya., bandingkan dengan 50 tahun yagn lalu., atau lihatlah siroh nabawiyah. Maka kita bisa menyimpulkan jaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuh sekali perbedaannya. Free sex jadi syarat wajib para pemuda., solusi yang diberikan oleh Negara tercinta kita adalah lokalisasi, atau kondom gratis. Sungguh layak jika Allah memberikan adzab AIDS kepada mereka. Korupsi, ya harta menjadi segala-galanya, Allah pun tidak memberikan kepuasan kepada mereka sehingga bagaikan tikus yang akan terus menggigit, dan analogi terbaru adalah seekor gurita. Kemudian cara berpakaian, gurunya siapa?, amerika, barat. Mana keislaman dari Negara mayoritas muslim ini?, ya, kita juga tidak meninggalkan islam. subtansial islam masih tetap teguh dalam diri kita. ya., ada juga yagn menjawab seperti itu. Pertanyaan untuknya adalah apakah islam hanya sekedar subtansi, hanya sekedar kepribadian,, hanya sekedar nilai-nilai, atau hanya sekedar ritual semata?
Aku bersaksi bahwa tiada ilah (yang layak kita sembah, yang layak kita pinta, yang layak kita berlindung) selain Allah., dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya nabi Muhammad adalah hambaNya dan utusanNya. 
Aku bersaksi bahwa aku seorang muslim., dan aku bersaksi bahwa aku bangga menjadi seorang muslim.,
Dan Islam itu adalah rahmatan li alaamin, rahmat bagi semesta, rahmat bagi semua umat manusia, rahmat bagi rakyat Indonesia, dan rahmat bagi kampus Unpad, rahmat bagi diri kita sendiri.

2 comments:

  1. islam itu butuh perjuangan

    ReplyDelete
  2. BERJUANGLAH YA AYYUHAL MUJAHIDUNNNN....

    LA izzata illa bil islam wala islam illa bi syariah... wala syariata illa bi daulah

    daulah khilafah rasyidah

    ReplyDelete

terima