15 October, 2010

Sebuah analogi

“wah saya mah belum dapat hidayah lur” alasan untuk stagnan, untuk tidak berubah. Ia masih cinta dirinya yang sekarang. Dua kemungkinan ia berkata seperti itu. Kemungkinan pertama ia memang belum ada inisiataif atau niat untuk berubah. Kemungkinan kedua ia punya niat untuk berubah tapi masih banyak pertimbangan-pertimbangan duniawi yang membuatnya untuk menggagalkan niatnya.

Sebuah tanaman tidak akan hidup jika tidak mendapat air. Dan ia tidak akan mendapat air jika ia disimpan di dalam sebuah ruangan yang sengaja untuk ditutup.

Seperti itulah diri kita bagaikan sebuah tanaman, dan hidayah adalah airnya. Kita butuh hidayah sebagaimana tanaman butuh air. Maka dari itu tanaman harus di simpan diluar agar kehujanan, atau dengan di siram tiap hari. Air sudah banyak dimana-mana, di langit (dalam bentuk hujan), dibawah tanah(air sumur), bahkan sekarang sudah banyak air yang dijual ditoko-toko. Al-Quran adalah bentuk hidayah paling kongkrit yang telah ada. Dengan ilmu kita bisa sadar tentang hidayah. Dengannya memberikan waktu pada logika. Coba kita renungkan!! Karena tidak ada alasan kita untuk bermaksiat. (astaghfirullah).

Sebuah hidayah tidak akan datang terhadap orang yang telah menutup hatinya dari kebenaran.

Untuk kemungkinan yang kedua bahwa banyaknya godaan atau hambatan yang menggugurkan niat perubahan. Justru itu adalah sebuah ujian dari Allah. Mungkin Allah sedang mengetes kita apakah kita benar-benar ingin berubah? Benar-benar serius? Atau hanya main-main?. Seperti Ujian kita dalam kuliahan, dosen pasti memberikan ujian dari setiap mata kuliah. Bahkan standar yang diambi dosen adalah rata-rata kelas, sesuai yang telah diajarkan, tidak mengenal individu masing2. Tapi ujian yagn diberikan Allah SWT adlah ujian yang berstandar individu masing2. Sesuai dalam ayat al-Quran bahwa Allah tidak akan memberikan beban kepada seorang hamba yang melebihi dari kemampuannya. 

Sebuah keberhasilan tidak akan datang tanpa perjuangan
Semoga kita termasuk orang-orang yang bertobat!

0 komentar:

Post a Comment

terima