Dalam sebuah perkara jangan dibiarkan mengalir!. Itulah pesan mereka. Itulah yang mereka ucapkan. Itulah yang membuat saya kecewe eh kecewa!.,
Kau tahu itu kawan!
Inilah analisis kekecewaanku.:
Kata mengalir terkait dengan
air. Karena air itu mengalir. Ada masalah dengan hal itu. Disini tidak akan membahas mengenai aliran listrik dan kawan-kawannya ataupun aliran-aliran sesat. Kita focus dalam masalah air. Jika ditafsirkan dari statement pertama yang mengecewekan. Astaghfirulloh cewe deui. Maksudnya mengecewakan. Ini bermakna bahwa sebuah perkara itu tidak diistilahkan “kumaha engke”, mesti ada persiapan. Itulah konotasi yang mereka pahami. Dan aku termasuk orang yang tidak menyukai dengan konotasi itu. Bahkan aku berpikir hal ini telah menjatuhkan makna indah yang begitu dalam.
Pertama kita bahas mengenai air. Aku sangat terkesan dengan makhluk Alloh yang satu ini. Karena keberadaanya adalah bukti kehidupan. Seperti dalam ayat-Nya ( ‘Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup’ Q.S. al-Anbiya-30). secara Sitologi, Biokimia dan Fisiologi telah menyetujui Firman Sang Pencipta ini. Bahkan kata syariat secara harfiah berarti sumber air. Maka tuntunan Ilahi yang terdiri dari al-Quran dan as-Sunnah merupakan sebuah kebutuhan hidup di dunia dan di akherat. Sebagaimana kita butuh akan air untuk hidup.
Kemudian ayat selanjutnya adalah dalam (Q.S. al-Mulk:30 ‘katakanlah [Muhammad], terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering, maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?’) dari ayat ini mestilah kita mensyukuri nikmat air beserta alirannya.
Kedua kita bahas mengenai air yang mengalir. Banyak pelajaran dari peristiwa ini. Kan kucoba kusebutkan yang ku tahu. Antara lain bahwa dia selalu mengalir ke tempat yang rendah, ia pun sangat-sangat kuat, jangan kau coba membendung jalannya maka ia akan berputar dan berputar menggerakan segala yang berada disekitarnya. Dan bila terus dibendung, pada akhirnya ia akan meledakan penghalangnya dan memusnahkan semua disekelilingnya, karena ia selalu mencari jalan keluar dari apa yang membendung jalannya. Kemudian termasuk alirannya pula bahwa ia mampu dimanfaatkan menjadi sumber energy yang kuat dan bebas polusi. Dengan aliran kerasnya mampu memutar turbin yang menghasilkan listrik.
Sudahkan kau dapat pelajaran itu?,
Maukah kita menirunya dengan berendah hati kepada sesama manusia, karena: ‘tidak ada sesuatu yang merendah kecuali Allah mengangkatnya ketinggian’ dan berendah diri hanya kepada Alloh, Sang Penguasa Alam ini. Segala masalah dan rintangan, carilah jalan keluarnya tanpa putus asa. Mengingat pesannya dalam kitab pedoman hidup umat islam (Q.S. al-Baqarah:286 ‘Allah tidak membebani seorang melainkan dengan kesanggupannya’). Inilah keyakinan kita bahwa semua pasti ada jalan keluarnya. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Kemudian selayaknyalah kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Kau sudah tahu hadits yang menerangkan ini.
Ku tulis semua ini dengan emosi. Karena sepertinya ada sesuatu yang mengganjal dalam mata dan hati ini jika tidak disampaikan. –sekedar tips, bahwa menulis itu harus dengan emosi yang terdalam kemudian luapkan semua itu dengan mengalir sehingga kata-kata yang kita tulis terasa hidup dan mampu menhidupkan-
Closing statement
Biarkan hidup ini mengalir seperti mengalirnya air. Dengan catatan telah kita buat rutenya yang telah beradaptasi dengan lingkungan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tiada lain selain syariat-Nya. Syariat inilah yang mesti menjadi pandangan umum atau konotasi umum dari segala aspek dalam dunia umat islam. Hal ini mampu tereaksi dalam nauangan khilafah islam yang berasal dari aksi dakwah kita.
0 komentar:
Post a Comment
terima